Pages

Minggu, 20 Mei 2018


A.    PENDAHULUAN

1.   Latar belakang
SMP Negeri Satap Lamotena  terletak di bagian Timur Pulau Alor  Kabupaten Alor Kecamatan Alor Timur,   Desa Elok dengan  titik Kordinat          Garis  Bujur         09’55’’    Garis Lintang ; .34’ 29’ sebagai daerah yang berada di pesisr Pantai suhu di siang hari mencapai  24 derajat cc dan dimalam hsri turun menjadi  10 derajat  cc 


Tampak Camat Aor Timur dan 
Kepala Sekolah Foto bersaa seusai Upacara                             Kesadaran 17 April 2018




             Sekolah ini  masih berstatus Satu Atap denga SD Inpres Karangle, karena memiliki
1 orang Kepala Sekolah dari tanggal 27 Desember 2013 sampai saat ini, meski sudah berulang kali mengalami kecelakaan di jalan menuju Lokasi Sekolah namun Tuhan dan Pemerintah Daerah  masih memberikan Kekuatan dan kepercayaan  untuk mengelola sekolah ini entah  sampai kapan waktu ?.

           Posisi  SMP Negeri Satap Lamotena  adalah  10 Km dari Pusat Kecamatan. Dengan Kondisi  Jalan yang sangat memprihatinkan. Sehingga  Sering sekali terjadi kecelakaan  pada pengguna jalan ke Lamotena bukan karena Tabrakan antar Kendraan malaikan  kondisi jalan lah yang penyebabnya. Semua guru yang mengabdi di Satap Lamotena tidak luput dari Kecelakaan di jalan Maritaing - Karangle termasuk Kepala sekolah dan Pendahulunya, tetapi Tuhan masih Peduli pada kami sehingga tidak  menimbulkan Korban jiwa  Sekolah ini didirikan Pada tanggal 2  April  2012 dan  Resmi  beroperasi pada tanggal 2 Mei 2013 dengan Jumlah Murit yang hanya 5 Orang dan diasuh oleh 5 Orang  Pendidik dan  2 Orang tenaga Kependidikan dari SD Inpres Karangle sebagai  Cikal Bakal Berdirinya SMP Negeri Satap Lamotena,



Perkembangan SMP Negeri Satap Lamotena  Sampai  dengan tahun 2018 ini walaupun  belum ada Sarana Listrik maupun sarana Telekomunikasi. Yang memadai, namun Kegiatan Pendidikan tetap berjalan sesuai Jadwal ,termasuk UASBN maupun UN serta kegiatan Pendidikan lainnya, Administrasi Sekolah pun tidak tersendat.Aplikasi  Dapodik tetap terabdet,  Semua pendukung Administrasi seperti Leptop dan Printer tetap beroperasi dengan menggunakan Sumber Listrik yang dirakit dari 3 Komponen yakni Modul Surya –Akumulator – Inventer  maka pasokan listrik berkapasitas 500 s/d 600 watt . sudah tersedia ,  namun fasilitas ini mudah sekali untuk rusak bila tidak perhatikan saat pemasangan. Serta kekuatan Listrikpun tidak berlangsung lama maksimal 3 s/d 4 jam tergantung waktu matahari menyinari lempengan solar sel. Ketersediaan sumber Listrik yang terbatas seperti ini menuntut kami untuk bersabar dalam segala hal termasuk antrian pengisian Daya pada HP atupun Leptop kondisi ini akan lebih parah diwaktu musim penghujan, ataupun salah satu elemen terganggu. .hal ini pun menyebabkan banyak perangkat yang harus rusak lebih awal dari masa Gransi karena pasokan daya yang tidak stabil. Sudah lebih dari 10 kali kami mengelurkan dana pribadi untuk pengadaan alat pendukung daya Listrik ini, . tidak  mungkin dengan dana BOs yang yang sangat minim.   

sebuah rangkaian listrik Ramah lingkungan  yang  telah dimanfaatkan oleh SMP Satap Lamotena dari Tahun 2014 hingga kini    walaupun hanya berkekuatan 600 W namun mampu memnsukseskan Adm sekolah termasuk kegiatan Ujian TIK                                                  



Guru dan Pegawai
Bagi  Guru yang hendak bertugas di Satap Lamotena maka  perlu memiliki Dedikasi yang tinggi, karena  di daerah ini memiliki banyak kesulitan daripada kemudahan , meski demikian sekolah ini  sudah menghasilkan 2 kali Lulusan SMP dan berhasil melanjutkan pendidikan di jenjang lebih tinggi. Para guru yang bertugas pada saat ini semua berkualifikasi S1 pada bidang masing masing ,serta memiliki keahlian ICT yang tidah diragukan lagi, sekolah ini pun memiliki 1 orang  Guru GGD asal Bali yang  walaupun masih berstatus CPNS namun selalu memberika dukungan dalam Proses Pembelajaran. Dalam bidang bahasa Inggris dan Kepramukaan. Dibantu dengan 2 orang Guru Kontrak Daerah, 2 Orang Guru Honor Komite , 1 orang Sequriti 1 rang Operator Sekolah  ( GTT SD Inpres Karangle) dari uraian diatas menunjukan bahwa SMP Negeri Lamotena masih membutuhkan Pendidik untuk mengabdi di Sekolah ini.





Siswa
SMP Satap Lamotena didukung oleh 3 SD di Desa Elok namun lulusan yang mendaftar ke SMP Satap Lamotena adalah  3:2:1 sehingga pendukung SMP terbesar pada SD Inpres Karangle dan di susul SD Gmit Asingkala dan SD Negeri Erana. Kondisi penduduk des Elok yang pertumbuhannya tidak banyak  mempersulit bagi kami untuk berharap banyak .










Dana
Besaran dana BOS yang dikelola di Satap lamotena  hanya Rp. 36 Juta pertahunnya. Bila dibagi pada 8 stadar pendidikan paka 1 standar mendapat dukungan dana Rp. 4.500.000  pertahunnya. Bagaimana kalau dibagi pertahap dan atau perbulan serta  dibagi ke masing kegiatan maka sangat kurang disinilah dedikasi setiap insan yang mau mengabdikan diri pada daerah Perbatasaan akan Diukur. Kontribusi dari Masyarakat pendukung yang 100 % berpenghasilan dibawah standar sangatlah sulit untuk dituntut memberikan sumbangan dalam bentuk Dana . sudah 4 tahun sekolah ini tidak memungut biaya pendidikan , kecuali kontribusi saat Pelaksanaan  Ujian ataupun Kegiatan Sekolah lainnya.

Massyarakat
Masyarakat pendukung di Desa ini meski tidak dapat mendukung sekolah ini dengan kekuatan Dana namu harta dan Tenaga tidak terhitung yang dipersembahkan untuk kemajuan Pendidikan di. Desa ini. Termasuk kesejahteraan Para guru dan Pegawai.








PENUTUP
Akhirnya sebaagai  Insan yang berPercaya Pada Penciptanya tidak akan melupan Rahmat dan Penyertaanya dlam setiap Langakah dan Perjalanan Hidup maka Patut  Kunaikan Puji dan Syukur kepadanya.
Saya juga merasa sebagai Makluk social yang tidak mungkin hidup tanpa bantuan orang lain,  kami pun menyadari bahwa pelaksanaan Tugas dan Kewajiban selalu di bantu oleh Keluarga, Sahabat handai Tolan dan para simpatisan Pemerintah dan Gereja  yang tersebar di Desa Elok dan di seluruh Bumi Nusa Kenari tercinta ..